the fate


between you and me


little precious

"07 April? anak itu?"


sebuah pertemuan

"Eugh, salah orang!"


All i want

"Apapun itu, tidak lain, kamu."

little precious


"Selamat.. ulang tahun!", ujar sang gadis kecil tersenyum manis lantaran berdiri di hadapan anak laki-laki yang terbengong sendirian di bangku taman. Untuk beberapa detik, diam menyelimuti mereka. Surai panjang hitamnya terhembus melambai terbawa arus angin taman, masih dengan senyum lebarnya. Tidak banyak respon yang didapat, hanya belalakan mata tidak menyangka dari anak laki-laki itu.

Sang gadis menyodorkan kedua tangannya yang memegang sebuah rangkaian bunga mawar putih. Tidak heran, gadis ini ternyata mengambilnya diam-diam di taman tersebut dan merangkainya sendiri—terlihat sedikit berantakan tidak selayaknya florist. Jelas terpampang pemandangan luka gores serta aliran darah akibat memaksakan diri dalam mengambil dan merangkai mawar penuh duri dengan tidak berhati-hati.

Mengetahui bahwa anak laki-laki ini bersiap untuk menyerangnya dengan beribu pertanyaan, sang gadis lantas menaruh telunjuk di atas bibirnya. "Sst! jangan bilang siapapun dan terimalah!" ujarnya berbisik sesekali melirik arah lain. Gadis tersebut dengan sangat hati-hati memindahkan rangkaian mawar putih itu menuju sang anak laki-laki. "Ah! jangan bagian itu, kau bisa terluka.. ini saja."

Pergi begitu saja—sang gadis berlari entah menuju arah mana. Anak laki-laki ini masih terdiam, belum mengeluarkan sepatah kata apapun. Mawar putih di hadapannya seolah semakin bersinar menghangati bagian terdalam hatinya. Putih, tentu saja berarti ketulusan. Sang gadis mengucapkannya dengan sangat tulus!

"Terima kasih.." akhirnya, ujar sang anak laki-laki tersebut dengan senyum manis.

Sebuah pertemuan


Dugh!

Berlarian di lorong sekolah sembari menjinjing ransel ternyata dapat membuat salah seorang murid lain terduduk di lantai dengan raut shock. "Hahaha.." tawanya hambar seolah menyindir seorang pemuda yang menabrak—tentu terlihat buru-buru itu. "MAAF! MAAF, sakit?", tanya sang pemuda membantu murid tersebut berdiri. "Tidak seberapa"

Ternyata korban tabrak lari tersebut adalah seorang siswi yang kelasnya terlihat setingkat di atas sang pemuda, itu asumsinya saja. "Oh, kamu.. kenalan Nami? ah maaf sekali lagi", spontan pertanyaan tersebut terlontar dari bibir sang pemuda masih memperhatikan gadis di hadapannya.

"Nami?" salah satu alisnya naik tanda kebingungan, namun tak lama malah mengangkat kedua alisnya dan mengangguk perlahan. "Ohh. Masih ada yang mengira aku adalah kak Depin rupanya!", lanjutnya menggaruk tengkuk yang sama sekali tidak gatal. "Depni, eugh ya aku masih kelas 11!", membungkuklah tubuhnya seraya memperkenalkan diri dan tersenyum mendongak untuk menatap pria di hadapannya sesekali melirik name tag-nya.

"Nama yang unik! apa tidak masalah dengan panggilan guntur? aku rasa tidak banyak yang memanggilmu demikian"

###

"Clear minion oi", pekik Tatan sembari menggerakkan analognya. Tunggu, Tatan siapa? Tidak ada yang tahu apa yang mereka berdua lalui hingga menghasilkan nama baru unik, Tutun dan Tatan.

Terlihat tepat empat orang bermain di tempat yang sama— dalam waktu yang bersamaan juga, Tutun ikut bermain namun tidak dalam satu tempat yang sama. Desas-desus tak jelas mulai terdengar mendekati pukul tengah malam, rupanya berasal dari gerombolan empat orang bersama dengan Tatan. "Kenapa diam?", suara sosok laki-laki dari seberang voice call merambat melewati jaringan tanpa mendapati satupun respon dari empat rekannya.

23.58
23.59

24.00

"HAPPY BIRTHDAYYY!!!"
"Happy birthdayy, guntur!"
"HABEDE!!"
Penuh sorakan tepat tengah malam kala itu. Kembali melihat kalender, ternyata sudah memasuki tanggal tujuh bulan April.

Hari spesial milik sosok pemuda penabrak siswi yang satu tingkat lebih muda darinya. Tersisa satu ucapan yang belum terlontar, kini dalam voice call hanya tersisa Tatan dan Tutun.

"selamat ulang tahun, tutun. may god bless you, always!"

all i want


Hai. Ini bukan berupa karya tulis lagi—ini dariku, your fairy🧚.

07 April 2022
Ini kali kedua kita melewati hari spesial kamu. Aku tahu ini bukan kali pertama, namun aku benar-benar gugup untuk ini.

Selamat ulang tahun, sayang˖♡!
Sehat selalu untuk kamu, semoga selalu dalam lindungan dan berkat-Nya. Sudah sembilan belas tahun kamu menapak di dunia ini, dan sudah sembilan belas tahun ini juga kamu membawa identitas kamu sebagai tutun, dirimu sendiri.

Semoga untuk segala cita-cita dan keinginanmu di tahun ini, bahkan mendatang dapat tercapai dan terlaksana tanpa ada halangan. Aku harap semoga kamu diberi kelancaran untuk segala kegiatan serta jalan yang kamu pilih untuk tempuh.

You're my precious, tetap jadi dirimu sendiri. Jangan mengubah dirimu hanya untuk memenuhi ekspetasi orang lain, ya! Kamu harta berharga untuk keluargamu, teman-temanmu, serta sudah jelas untuk aku!♡(ӦvӦ。)

Aku tidak pandai merangkai kalimat atau kata-kata ucapan selamat ulang tahun, tapi aku harap ini dan tulisanku sebelumnya cukup untuk membuka dan memulai umurmu yang ke-19!

Selamat ulang tahun dan aku mencintaimu, selalu.